Karutan Baru Ambon, Meta Putra Siap Lanjutkan Inovasi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan
Ambon, indonesiatimur.co — Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIA Ambon yang baru dilantik, Meta Putra, menegaskan komitmennya melanjutkan berbagai capaian dan inovasi yang telah dibangun pejabat sebelumnya, Jeffry Persulessy.
Tak hanya mempertahankan program yang telah berjalan, Meta juga bertekad meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan dengan mengedepankan profesionalisme, keterbukaan dan transparansi.
Meta menyampaikan komitmen tersebut usai dilantik sebagai Karutan Kelas IIA Ambon dalam prosesi yang berlangsung di Rutan Ambon, Rabu (19/08/2026).
“Alhamdulillah, siang ini kita sudah dilantik sebagai Karutan Kelas IIA Ambon. Kami datang jauh-jauh dari Sumatera ke Maluku. Tentunya saya sangat mengapresiasi keberhasilan Pak Jeffry. Saya juga sudah melihat melalui media sosial berbagai gebrakan beliau dalam membangun Rutan Ambon dan meningkatkan pelayanan kepada warga binaan,” ujarnya.
Menurut Meta, berbagai inovasi yang telah dilakukan Jeffry Persulessy merupakan modal penting yang harus dijaga dan dikembangkan. Ia memastikan tidak akan mengabaikan capaian yang sudah ada, melainkan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan pembenahan dan peningkatan ke depan.
“Yang pasti kita akan mempertahankan apa yang sudah Pak Jeffry bangun. Kemudian kita tingkatkan hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan dan pelayanan warga binaan. Kita tetap profesional, terbuka dan transparan. Yang paling utama adalah kepentingan warga binaan yang ada di dalam,” katanya.
Bagi Meta, pembinaan warga binaan tidak semata-mata berbicara mengenai aturan dan kedisiplinan, tetapi juga bagaimana membangun pendekatan yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan.
Ia menilai keberagaman Indonesia, baik dari sisi suku, ras maupun agama, harus menjadi perhatian dalam proses pembinaan. Karena itu, toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan akan menjadi bagian penting dalam kepemimpinannya di Rutan Ambon.
“Indonesia ini beragam, baik ras maupun agama. Toleransi harus kita utamakan. Kepada warga binaan juga, dalam proses pembinaan semaksimal mungkin akan kami sentuh hatinya. Mudah-mudahan dengan pendekatan hati, mereka bisa berubah menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Dengan semangat melanjutkan capaian yang telah ada sekaligus menghadirkan pembaruan, Meta berharap Rutan Kelas IIA Ambon dapat terus berkembang sebagai institusi pemasyarakatan yang profesional, humanis, transparan dan berorientasi pada perubahan positif warga binaan.
Meta juga menilai sinergi dengan media menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, kinerja dan berbagai program positif yang dilakukan jajaran Rutan Ambon perlu diketahui masyarakat melalui pemberitaan yang objektif.
“Kepada media, kami akan terus bersinergi dan berkolaborasi. Karena dari teman-teman media inilah yang bisa mendongkrak nama kami. Kami bekerja sebagus apa pun, kalau tidak ada publikasi, masyarakat tidak akan tahu. Karena itu, segala sesuatu perlu didiskusikan dan dikolaborasikan,” jelasnya.(it-02)


